Bandar Lampung - Negara kembali kecolongan. Di tengah klaim pengawasan ketat distribusi BBM, jelang Hari Raya Idul Fitri,awak media kembali merekam dugaan penjarahan solar subsidi jenis solar secara terang-terangan di SPBU 24.351.37 Palapa Jl.P.Emir Moh Noer Durian Payung Kecamatan Tj Karang Pusat Bandar Lampung .disela - sela bayangan terpantau sejumlah kendaraan mewah jenis Fortuner hitam dan Pajero diduga memiliki tengki modifikasi modus gunakan Barcode siluman berada di jalur pengisian solar subsidi.

Tak ada penyamaran. Tak ada upaya bersembunyi. Sejumlah kendaraan sejenis Fortuner.Pajero hingga Coldiesel box yang secara karakter mobil yang selalu sama di setiap harinya berada di area oprasional SPBU 24.351.37 Palapa dengan leluasa melakukan pengisian BBM solar subsidi mengunakan barcode siluman tanpa terlihat verifikasi penerima pembatasan pengisian ,atau penolakan dari petugas,diduga sudah terkordinir dengan berkerja sama "jika ini bukan pelanggaran ,apa lagi namanya ? 

Solar subsidi adalah dana publik yang dikonversi menjadi liter BBM. Setiap tetesnya dibatasi regulasi. Namun di Sumberlawang, pembatasan itu tampak menguap. Aktivitas berlangsung siang hari—waktu ketika SOP semestinya berjalan paling ketat. Tidak terlihat identitas penerima sah, tidak tampak pengawasan berlapis. Sunyi prosedur, ramai transaksi.
Indikasi Pelanggaran: Bukan Kelalaian, Tapi Potensi Kejahatan,Pola di lapangan ini bukan anomali baru. Modus klasik penyalahgunaan BBM subsidi berulang: kendaraan nonprioritas, akses longgar, pengisian di jam ramai agar tampak “normal”. Bedanya, kali ini bukti visualnya jelas.
Sementara hingga berita ini ditulis awak media belum mendapatkan keterangan resmi terkait dugaan tersebutsaat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp ke salah satu pengawas SPBU belum mendapatkan tanggapannya.(Tim)